Sekarang ini ada 1,6 milyar umat Muslim yang sedang berdiri di tengah panggung, sementara seisi dunia menonton dengan terheran-heran. Israel memperingatkan tentang bahaya terorisme, Gereja terus melirik jam, dan umat Islam sendiri sedang memperjuangkan revolusi. Sementara itu, pintu gerbang yang menghubungkan antara dunia Muslim saat ini dan kekekalan mulai dibukakan, yang memungkinkan berlangsungnya masa Kairos. Umat manusia kini sedang menanggapi datangnya sebuah masa yang kita alami bersama; ini bukan masa biasa, melainkan musim Kairos bagi umat Muslim.
Apa itu Kairos? Di dalam perbendaharaan bahasa Yunani, istilah 'waktu' dibedakan antara makna Chronos dan Kairos. Chronos adalah waktu kronologis, yang dihitung dalam satuan detik, menit, hari, dan tahun. Waktu Kairos adalah saat ketika pintu gerbang penghubung antara masa sekarang dan keabadian dibukakan, sehingga sebuah babak peristiwa yang istimewa dapat berlangsung hingga kegenapannya, sebagaimana ditetapkan oleh Tuhan sendiri, yang sanggup mengubahkan arah nasib manusia untuk selamanya. Manusia mengenal waktu sebagai Chronos dan menghitungnya dengan jam. Tuhan mengenal waktu sebagai Kairos, dan menentukan arahnya. Masa Kairos membukakan pintu menuju arah nasib manusia yang sesungguhnya; apa yang telah tersembunyi selama berabad-abad kini disingkapkan. Sebagai Gereja Yesus Kristus, kita harus mencermati setiap momen dari masa Kairos sehingga kita dapat mengalir seiring dengan kehendak Tuhan. Dalam bab ini, kita akan membahas asal-usul dari umat Muslim berdasarkan kajian Alkitab, seperti apa jeritan hati mereka, dan degup jantung Tuhan bagi umat manusia di zaman ini.
