Thursday, October 14, 2010

Bab 3 Ismael dan Israel

Tuhan Maha Kuasa yang empunya langit dan bumi sama sekali tidak memandang muka. Ia mengasihi semua orang. Tuhan adalah kasih dan Bapa sumber terang. Semua bangsa memiliki komposisi darah yang sama, dan mereka semua ditebus hanya dengan satu darah yaitu darah Yesus Kristus.... Namun sayangnya tidak semua orang di muka bumi telah turut ambil bagian di dalam penebusan ini. Tuhan di dalam Perjanjian Baru menggolongkan umat manusia menjadi tiga kelompok: orang Yahudi, bangsa-bangsa lain, dan Gereja:

Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. (1 Korintus 10:32).

Ia mengasihi mereka semua dan mempunyai rencana bagi mereka semua. Bapa kita yang di Surga berkehendak agar tidak seorangpun binasa, dan agar semua orang mau datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan di dalam Kristus Yesus. Apabila kita kembali menyimak zaman Nuh, kita melihat bahwa setelah Banjir Bah usai, keturunan Nuh berkembang pesat hingga memenuhi bumi (Kejadian 9). Nuh melahirkan bangsa-bangsa, dan dari antara bangsa-bangsa itu Tuhan memisahkan atau mengkhususkan bagi diri-Nya suatu umat melalui Abraham, Ishak, dan Yakob, yang dikenal sebagai orang Yahudi. Tuhan telah mengikat perjanjian dengan Abraham:

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kej. 12:1-3).


Abraham tidak memiliki anak, akan tetapi Tuhan berjanji bahwa ia akan mempunyai
benih keturunan untuk menggenapi janji Tuhan tersebut. Sejak dari mulanya, kehendak
Tuhan untuk memisahkan orang Yahudi sebagai bangsa pilihan-Nya adalah dengan
tujuan untuk memberkati semua keluarga dan suku bangsa di muka bumi. Rencana
jangka panjang Tuhan adalah agar pada masanya nanti bangsa-bangsa lain akan masuk ke
dalam Kerajaan.


"Sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak." (Kej
21:12) adalah janji Tuhan kepada Abraham dan juga kepada Ishak. Ini berkaitan dengan
Yakub, yang kemudian berubah nama menjadi Israel, bapa dari dua belas suku Israel.


Pada intinya, Tuhan memisahkan suatu umat bagi diri-Nya sendiri sehingga melalui
benih keturunan mereka nanti, Ia dapat memberkati bangsa-bangsa lain di bumi. Selama
berabad-abad, ada dua kelompok umat di muka bumi: Yahudi dan Bangsa-bangsa lain.
Orang Yahudi diberkati dan turut ambil bagian dalam perjanjian Tuhan. Sementara itu
bangsa-bangsa lain adalah orang yang asing, berada di luar ikatan perjanjian dengan
Israel, atau hidup tanpa Tuhan di muka bumi (Ef. 2:12).

>>Israel mencari ilah-ilah yang sama sekali bukan Tuhan, dan demikian juga Tuhan akan
mencari bangsa-bangsa yang bukan tergolong umat pilihan.

Akan tetapi Tuhan meruntuhkan tembok pemisah antara Yahudi dan Bangsa-bangsa lain,
ketika Ia menuntaskan karya-Nya di atas kayu salib, sehingga memungkinkan semua
yang mau percaya kepada Yesus untuk menjadi satu Tubuh di dalam Kristus Yesus.
Kelompok Tubuh Kristus ini terdiri dari segala suku bangsa, entah Yahudi atau non-
Yahudi (Bangsa-bangsa lain), yang diubahkan menjadi satu ciptaan baru di dalam Kristus
Yesus yang adalah Mesias bagi orang Yahudi, Juruselamat bagi seisi dunia, dan Tuan
yang memimpin Gereja. Kita semua adalah batu-batu bangunan yang secara pas
dipasangkan satu sama lain sehingga menjadi satu Tubuh Tuhan Yesus Kristus.
Bagi kaum Yahudi, golongan Bangsa lain yang paling menonjol adalah Ismael, karena ia
terusir dari rumah Abraham dan dibiarkan begitu saja tanpa hak waris serta tidak diberi
kesempatan untuk diakui sebagai putra pewaris. Statusnya adalah tetap sebagai putra dari
seorang budak perempuan bernama Hagar:

Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab
anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
(Kej. 21:10).

Israel berbangga karena faktanya Tuhan telah memilih Abraham dari antara
segala bangsa, lalu Ishak dipisahkan dari Ismael, dan Yakub diceraikan dari Esau. Orang
Yahudi menepuk dada karena mengetahui bahwa Tuhan telah memilih Ishak, ayah dari
Yakub (Israel), dan bukan memilih Ismael, putra dari seorang budak perempuan. Ismael
terlahir dari nafsu kedagingan, dan karena ia mengejek Ishak, ia diusir keluar dari
naungan hukum Taurat, janji-janji Tuhan, dan ikatan perjanjian dengan Israel. Bangsabangsa
Muslim dewasa ini mengepung Israel akan tetapi jika ditinjau dari sudut pandang
perjanjian ilahi (yang diyakini oleh orang Yahudi), mereka bukan tergolong sebagai umat
kepunyaan Tuhan.

ISRAEL HARUS DIPANCING UNTUK CEMBURU DAN MARAH


Tuhan berbicara melalui nabi Musa mengenai Israel:
Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang
yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
(Roma 10:19, Ulangan 32:21).


Dahulu kala, Israel memancing kecemburuan Tuhan ketika mereka mengejar ilah-ilah
asing. Israel membangkitkan murka Tuhan dengan melakukan kekejian di depan mata



Nya, seperti misalnya membawa korban persembahan bagi ilah-ilah. Israel mencari ilahilah
yang sama sekali bukan Tuhan, dan demikian juga Tuhan akan mencari bangsabangsa
yang bukan tergolong umat pilihan. Israel telah mengambil ilah-ilah dungu untuk
memancing murka Tuhan; maka sebaliknya Tuhan akan memilih suatu bangsa yang
bodoh untuk membuat bangsa Israel marah. Alkitab berkata "bukan umat," yang berarti
bahwa mereka itu adalah umat yang tidak mempunyai ikatan perjanjian dengan Tuhan,
yaitu orang-orang yang asing atau di luar lingkup janji-janji yang Tuhan beri bagi Israel.
Roma 11:11 berkata bahwa melalui keselamatan bangsa-bangsa lain, Israel terpancing
cemburu.

>>Ismael diusir oleh karena kepentingan Ishak, akan tetapi Tuhan akan membawa Ismael
ke dalam Kerajaan demi memancing kemarahan Israel.

Tidak ada bangsa lain selain Ismael yang dapat membangkitkan kecemburuan di
hati Israel, dan tidak ada bangsa lain yang lebih dungu selain Islam untuk memicu murka
Israel. Umat Muslim adalah golongan umat yang di dalam pandangan Israel paling
dianggap tidak mungkin untuk layak menerima keselamatan dan uluran tangan Tuhan
yang Maha Baik. Ismael hingga hari ini masih mencemooh Israel melalui peperangan,
kekerasan, dan terorisme. Dalam pandangan Israel, Ismael dan kaumnya adalah golongan
urutan terakhir dalam hal kesempatan untuk mendapat pertolongan Tuhan. Taurat Tuhan
yang mereka selidiki dengan tekun secara jelas mencatat bahwa Ismael tidak mempunyai
hak waris, sehingga statusnya adalah asing atau di luar lingkup perjanjian Israel. Memang
Taurat menyingkirkan Ismael, tetapi anugerah Yesus Kristus akan membawanya kembali
ke pelukan Bapa. Ismael diusir oleh karena kepentingan Ishak, tetapi Tuhan akan
membawa Ismael masuk ke dalam Kerajaan-Nya demi untuk memanaskan hati Israel.
Keselamatan yang diperoleh umat Muslim akan membangkitkan cemburu Israel akan
Mesias. Ketika Israel melihat tangan Tuhan yang teracung, yang membawa mereka
keluar dari tanah Mesir, kini terulur untuk menolong Ismael keluar dari belantara menuju
kota Allah, cemburu Israel akan terbangkitkan dalam hal Mesias. Ketika Tuhan
memuaskan kehausan Ismael dengan air hidup kekal, Israel akan rindu untuk
mendapatkan air yang dulu pernah diperoleh dengan cara memukul batu. Kemuliaan
Tuhan yang dinyatakan kepada umat Muslim akan memancing geram Israel sehingga
mereka sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan. Ketika Israel melihat kemuliaan
Shekinah yang dulu mereka tolak di atas gunung, dan kini terwujud-nyatakan di antara
golongan Muslim, mereka akan sebal, marah, cemburu, dan mau mencari wajah Tuhan.

BAYANGKAN ISHMAEL BERKATA KEPADA ISRAEL DEMIKIAN:

• Aku terlahir dari rahim seorang budak perempuan, dan Taurat mengusirku keluar, tetapi
anugerah Yesus Kristus telah membawaku masuk Kerajaan.
Aku tidak mendapat berkat Abraham, tetapi kini di dalam Kristus Yesus, aku adalah
keturunan Abraham dan menjadi pewaris sesuai dengan janji Tuhan (Galatia 3:29).
Aku tumbuh di belantara tanpa sosok bapa, tetapi kini Tuhanmu menjadi Bapaku.
Aku tidak mempunyai warisan dari bapaku, tetapi kini aku telah memperoleh warisan
yang tidak kamu punya, karena aku adalah putra dan pewaris kasih karunia Allah melalui
Kristus.

Aku telah menerima janji Roh Kudus sebagai deposito warisanku (Ef. 1:13-14).
Perjanjian baru yang dijanjikan kepadamu melalui para nabi kini aku nikmati dan jalani
(Yer. 31:33).
Aku menerima kebenaran yang dari Tuhan melalui iman, tanpa Taurat (Roma 3:21-28).
Aku telah mencicipi dan melihat kebaikan Tuhan.
Bagi kamu diberi para nabi sebagai penyambung lidah Tuhan, tetapi bagiku dikaruniakan
Roh Kudus (Roma 2:29).
Bagimu adalah kemuliaan di atas gunung yang tertutup di wajah Musa, tetapi bagiku
adalah kemuliaan tanpa batas yang dibuka lebar-lebar di wajah Yesus (2 Kor. 3:7-9).
Bagimu diberlakukan aturan penghukuman, tetapi bagiku diberlakukan aturan kebenaran
(2 Kor. 3:9).


Oh, betapa ajaibnya Tuhan itu. Ia memakai apa yang dianggap bodoh oleh dunia ini
untuk membingungkan orang bijak (1 Kor. 1:27). Arah nasib umat Muslim sudah sekian
lama tersembunyi di balik pribadi Ismael. Tuhan memberinya nama ketika ia masih
dikandung ibunya, sebab Tuhan tahu bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi alat di
tangan Tuhan untuk membangkitkan cemburu dan amarah Israel.
Israel berada di belantara selama empat puluh tahun sebelum masuk ke tanah perjanjian,
tetapi Ismael sudah mengembara di belantara gurun selama 4.000 tahun, menunggu saat
untuk memperoleh keselamatan kekal, agar boleh masuk ke Tanah Perjanjian surgawi.


>>Tuhan memberinya nama ketika ia masih dikandung ibunya, sebab Tuhan tahu bahwa
suatu hari nanti ia akan menjadi alat di tangan Tuhan untuk membangkitkan cemburu dan
amarah Israel.


MISTERI KEBUTAAN MATA ISRAEL


Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar
kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah
yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
(Roma 11:25).


Mari kita jaga sikap hati, jangan sampai menganggap diri pandai perihal perolehan
keselamatan kita, lalu menuding orang Yahudi karena sifat mereka yang tegar tengkuk
atau karena telah dicampakkan Tuhan sekian lamanya. Kita hanyalah orang-orang yang
turut ambil bagian atau menikmati rahmat Tuhan. Janganlah kita menganggap diri bijak
dan membusungkan dada. Akibatnya kita mengabaikan misteri kebutaan yang
diantaranya menimpa Israel, sebelum tiba kegenapan nubuatan yaitu kedatangan orang
dari bangsa-bangsa lain dalam jumlah sangat banyak ke dalam Kerajaan-Nya.
Israel telah dibutakan oleh Tuhan selama sekian waktu, dan baru akan tercelik matanya
ketika terjadi penggenapan masuknya Bangsa-bangsa (lain) ke dalam Kerajaan. Pada saat
ini golongan Bangsa-bangsa lain di seluruh dunia sedang dibutakan oleh ilah (Setan)
yang mencengkeram dunia ini (2 Kor. 4:4).


>>Dengan memancing cemburu Israel, Tuhan akan mendapatkan perhatian mereka;
dengan membangkitkan kemarahan Israel, Tuhan akan menggugah gairah mereka...



Kegenapan nubuatan tentang Bangsa-bangsa lain harus digenapi sebelum sisik yang
menutupi mata Israel rontok, sehingga mereka dapat melihat Mesias yang sesungguhnya.
Hampir 42 persen dari populasi Bangsa-bangsa adalah Muslim. Kegenapan nubuatan atas
Bangsa-bangsa tidak mungkin dikatakan 'genap' kecuali apabila kaum Muslim turut
diperhitungkan. Saya yakin kaum Muslim adalah episenter atau pusat gempa Roh Suci,
yang akan membangkitkan tsunami kemuliaan Tuhan yang akan merambat ke segala
bangsa di muka bumi. Mereka memegang peran kunci di masa penuaian Akhir Zaman.
Penuaian atas Muslim akan memicu penuaian lebih hebat lagi di bangsa-bangsa lain.
Ketika dunia melihat bahwa tangan Allah Bapa yang teracung kini diulurkan bagi orang
Muslim, segala suku bangsa lain yang belum kenal Tuhan akan sangat rindu untuk
mengenal pribadi Bapa. Tuhan adalah kasih, dan ketika kasih-Nya itu dinyatakan, hati
manusia yang kelaparan akan luluh di hadapan-Nya.

Tuhan akan memakai Ismael dan golongan Bangsa-bangsa lainnya yang belum
kenal Tuhan untuk mencabut sisik yang selama ini menutupi mata orang Yahudi.
Kegenapan nubuatan atas Bangsa-bangsa harus terjadi demi untuk mencelikkan mata
orang Israel, sehingga mereka dapat mengenali Mesias.

Dengan memancing cemburu Israel, Tuhan akan mendapatkan perhatian mereka;
dengan membangkitkan kemarahan Israel, Tuhan akan menggugah gairah mereka.
Dengan penggenapan nubuatan atas Bangsa-bangsa, Tuhan menyingkirkan apapun
penghalang di mata Israel, sehingga mereka mengenali Mesias. Ketika mereka melihat
Mesias, mereka akan mencari Dia bahkan ketika penganiayaan melanda (Hosea 5:15).
Ketika mata mereka terbuka, mereka akhirnya akan berkata, "Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan" (Mat. 23:39). Kedatangan Tuhan sudah dekat.

YANG TERAKHIR AKAN MENJADI TERDAHULU DAN YANG TERDAHULU
MENJADI TERAKHIR

Orang Yahudi adalah yang pertama atau terdahulu, tetapi mereka kini menjadi yang
terakhir, sementara Bangsa-bangsa lain pada awalnya adalah pada urutan terakhir namun
kini telah menjadi yang terdepan. Kejatuhan orang Yahudi adalah keselamatan bagi
Bangsa-bangsa, dan keselamatan Bangsa-bangsa adalah pemancing cemburu kaum
Yahudi (Roma 11:11). Ketika orang Yahudi dicampakkan dan ditolak Tuhan, dunia
justru dipersekutukan dengan Tuhan. Maka ketika orang Yahudi kembali diterima Tuhan,
berarti mereka diangkat dari kematian menuju kehidupan (Roma 11:15). Kedegilan hati
orang Yahudi ternyata mengakibatkan Bangsa-bangsa lain dapat memperoleh rahmat
Tuhan, dan berikutnya rahmat yang diperoleh Bangsa-bangsa tersebut adalah berarti
perolehan rahmat bagi Israel (Roma 11:30-31). Kerasnya tangan Tuhan yang menghajar
Israel adalah berarti kebaikan Tuhan yang dinyatakan bagi Bangsa-bangsa lain (Roma
11:22). Kebutaan mata bagi orang Yahudi adalah kegenapan nubuatan tentang masuknya
Bangsa-bangsa ke dalam Kerajaan, dan kegenapan nubuatan tersebut menandai
terbukanya mata Israel (Roma 11:25).


Ketika Israel dibawa pulang dari seluruh dunia, kembali ke tanah airnya, maka
dunia melihat bahwa Allah adalah Tuhan. Tetapi nanti tiba saatnya Ismael akan dibawa
pulang dari belantara, yang akan menunjukkan kepada orang Yahudi bahwa Yesus adalah
Mesias. Ketika Tuhan mendengarkan tangisan Ismael, ia akan membuka mata kaum
Muslim dan menunjukkan wajah Yesus Kristus kepada mereka. Ketika Israel berkata,
"Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan" (Mat. 23:39), Tuhan Yesus akan
segera datang.

Masalah yang dihadapi oleh pemerintah di banyak negara adalah ketidakmampuan
untuk mengenali bakal teroris masa depan, karena mereka itu hidup sederhana dan
melakukan kegiatan hidup hari-hari biasa, hingga tiba-tiba pada suatu ketika mereka
menjawab seruan untuk bergabung dalam perang suci...

2 comments: