Monday, May 31, 2010

Apa itu SYARIAH?

“Syariah, biasanya diterjemahkan sebagai “Hukum Islam”, bahwa Islam diungkapkan dalam masyarakat Muslim … Syariah datang untuk menunjukkan Islam sebenarnya. Jika Islam adalah tunduk kepada Kehendak Tuhan, maka syariah adalah jalan yang tunduk diundangkan, peta rute sebenarnya dari agama sebagai suatu cara hidup. Karena itu, bagi banyak Muslim, Islam adalah syariah dan syariah Islam,. “(Ziauddin Sardar Desperately Seeking Paradise, London, Granta Buku, 2004, hlm. 216-217)
 
Pengantar
Pada abad ke dua puluh satu ada peningkatan panggilan untuk kepatuhan syariah yang lebih besar di Barat, terutama di Inggris, dan untuk syariah penuh untuk dipraktekkan di negara-negara Muslim lebih.

Syariah adalah kata bahasa Arab yang berarti “jalan” atau “jalan”. Masa kini digunakan untuk menyebut “hukum Islam”, sistem hukum agama rinci yang dikembangkan oleh sarjana Muslim di tiga abad pertama Islam. Hukum ini mengungkapkan cara Islam hidup dan – lebih dari Al-Qur’an – adalah kunci untuk memahami Islam. Syariah mencakup semua aspek kehidupan dan tidak memisahkan sekular dari lingkungan agama. Menyediakan kerangka kerja dos dan tidak boleh dilakukan, ritual dan aturan-aturan di mana seorang Muslim memimpin hidupnya.

Thursday, December 10, 2009

Pelaku Penembakan di Fort Hood mengajarkan Qur’an selagi ia seharusnya memberikan sebuah kuliah medis


Di sini ada indikasi lain bahwa pembunuhan kejam yang terjadi di Fort Hood adalah sebuah aksi jihad yang dilakukan oleh Nidal Hasan. Hasan, seorang psikiater Militer, seharusnya memberikan sebuah “pelatihan dasar” atau sebuah kuliah medis. Namun ternyata yang ia lakukan adalah, mengajarkan sebuah sesi dakwah kepada personil medis, dimana ia mencoba menakut-nakuti mereka dengan ancaman neraka. Seorang Muslim yang lain berdiri dan menantangnya mengenai bagaimana ia mengkarakterisasikan Qur’an – sebuah fakta yang hari ini menjadi bukti bahwa Hasan adalah seorang “ekstrimis”. Anda bisa lihat bagaimana Ia tengah membengkokkan dan membajak Qur’an, dan hal ini sama dengan memahami Islam secara salah yang kemudian membawanya untuk melakukan pembunuhan kejam kepada banyak orang-orang kafir di Fort Hood.

Monday, November 30, 2009

Manakah Yang Menyelamatkan: Iman Atau Amal Ibadah Anda?


Orang-orang Muslim sering berbangga hati mendapati bahwa Islam dengan tegas menyatakan keselamatan itu hanya mungkin dicapai lewat perbuatan-perbuatan amal-ibadah. Dan ini dianggap superior terhadap ajaran Kristen yang "tidak tegas" menempatkan keselamatan itu sebagai buah iman ataukah buah perbuatan (amal ibadah). Mereka mempertentangkan 2 ayat berikut (tanpa konteks) yang dianggap saling berkontradiksi:



"Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat" (Roma 3:28).
"Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman" (Yakobus 2:24).

Apa kata-kata kita?

Pertama-tama, pendapat para Muslim seperti di atas perlu diluruskan terlebih dahulu. Sekalipun benar agama Islam mengandalkan usaha-usaha amal-ibadah agar seorang Muslim bisa masuk ke surga, namun tidaklah benar bahwa dengan amal-ibadah itu pelaku-pelakunya dipastikan Tuhan akan masuk ke surga. Tuhan orang-orang Islam memegang otoritas yang tidak bisa diganggu gugat siapapun dan apapun untuk menetapkan siapa-siapa yang ingin dituntunNya dan siapa-siapa yang ingin disesatkanNya. Dan ini berbeda amat jauh dengan Tuhan orang-orang Kristen yang selalu terpanggil untuk mengasihi dan menuntun setiap manusia untuk diselamatkan. Dan hanya orang-orang yang menolak beriman kepada Tuhan itulah yang akan menyesatkan dirinya sendiri, dan bukan disesatkan oleh Tuhan yang Maha Kasih itu.

Sunday, October 18, 2009

Surat Terbuka Untuk Semua Orang Yang Baru Memeluk Agama Islam

Oleh Al-Mansur
Assalaammualaikum
Segala puji bagi Allah.
Kini setelah anda percaya pada Agama yang Benar, sudah tiba saatnya bagi anda untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai Islam. Saya mempunyai keinginan yng tulus agar anda membuat ulama Muslim anda, teman atau pasangan anda yang telah menolong anda untuk ‘berpaling kepada Islam’ menjadi bangga dan takjub akan pengetahuan anda mengenai Islam dan betapa cepatnya anda mempunyai pandangan-pandangan yang benar mengenai orang beriman yang sejati. Ingatlah, satu-satunya perspektif yang tepat dalam dunia ini adalah perspektif seorang Muslim.

Langkah pertama untuk mencapai hal ini (jika anda belum melakukannya) adalah berhenti menanyakan pada mereka pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu, seperti apakah pendapat Islam mengenai peristiwa 9/11, pembunuhan-pembunuhan terhadap orang-orang Kristen, Hindu, dan sebagainya di Mesir, Sudan, Indonesia, Pakistan, Iran, Nigeria, Filipina Selatan, Kashmir dan lain-lain sehingga memaksanya untuk mengulang untuk kesekian kali bahwa “Islam berarti damai” dan bahwa “para pembunuh ini bukanlah orang Muslim yang Sejati”.

Wednesday, August 12, 2009

APA ITU SYARIAH ISLAM?

Apa yang dicari oleh Muslim dalam syariah Islam?

Cara Muslim memandang, memahami, dan mengingini pemberlakuan SI adalah sebuah misteri tersendiri. Pengertian setiap orang berbeda soal SI.

(+) “Saya ingin agar SI diterapkan di Indonesia”.
(--) “Apa maksudmu? Apa kamu setuju kalau
perempuan pergi mesti didampingi muhrim-nya?”
(+) “Bukan itu maksudnya”
(--) “Atau kamu setuju poligami?”.
(+) “Saya benci poligami”
Dan ini bisa diteruskan panjang...

Tetapi mereka ini mendukung penerapan Syariah!
Ada suatu misteri, yang tidak diungkapkan!
Dikaburkan oleh simbol-simbol Islami dan submission satu arah,
yang turut menafikan semua nilai2 peradaban dan agama diluar Islam:
“Kami, orang-orang Muslim tidak perlu belajar apa pun dari orang-orang Kafir".
"Islam adalah solusi satu-satunya."

Sunday, July 26, 2009

BAB XII - Visi-Visi MUHAMMAD

“Sebab segala elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Yahweh-lah yang menjadikan langit” (Mazmur 96:5).

Kalau seseorang menyembah berhala yang paling utama (paling berkuasa) sekalipun, dia tetap saja disebut penyembah berhala jadi tidak ada bedanya dengan penyembah berhala lain. Apa bedanya seseorang itu menyembah banyak berhala atau hanya menyembah satu berhala?

Dalam bukunya mengenai agama-agama di dunia, seorang mantan pemberita Injil yang bernama Dr. Lester Sumrall menulis ulasannya mengenai masalah tersebut di atas sebagai berikut: “Umat Muslim menyembah satu tuhan dan kami (umat Kristen) menyembah satu Tuhan, tetapi tuhan Islam dan Tuhan Kristen tidak sama. Tuhan dari Muhammad (Allah) sangat berbeda dengan Tuhan umat Kristen (Yahweh). Allah adalah suatu maujud Autokrat yang egoistis dan pendendam yang harus ditenangkan/disenangkan dengan ibadah ‘salat’ yang dilengkapi dengan gerakan-gerakan tubuh yang bersifat rutin, monoton dan suci. Yahweh yang kita sembah adalah suatu maujud Bapa Surgawi yang penuh kasih dan sangat mengasihi kita yang hanya mengharapkan bahwa kita juga membalasNya dengan kasih serta ketaatan kita. 1 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu” (Yohanes 14:15).

Saturday, July 25, 2009

BAB XI - Apa Arti Sebuah Nama?

Seseorang mungkin akan bertanya mengapa kita harus mempedulikan tentang sebuah nama. Apa arti sebuah nama? Saya yakin ada banyak hal yang terkandung dalam sebuah nama. Alkitab berkata, “Nama Yahweh adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan dia menjadi selamat” (Amsal 18:10). Namun bagaimana orang dapat berlari menuju ke nama itu dan diselamatkan kalau dia tidak tahu nama itu sendiri? (artinya orang mau menuju ke suatu tempat tetapi dia tidak tahu tempat yang akan ditujunya itu).

Yesus memberi perintah kepada orang-orang Kristen (murid-muridNya) untuk membaptis orang-orang yang baru percaya kepadaNya “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Kitab Suci juga menyatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12). Yesus berkata: “Mereka (orang-orang yang percaya kepada Yesus) akan mengusir setan-setan demi namaKu” (Markus 16:17). Dapatkah nama Allah digunakan untuk mengusir roh-roh jahat?
Ada tertulis: “Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” (Filipi 2:10).

BAB X - Apakah Yang Membuatnya Berbeda?

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32).

Setiap pemikir serius pasti akan setuju bahwa kebenaran pada dasarnya bersifat tidak mengenal toleransi kecuali kalau seseorang menganut paham synkretisme1, yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghindari diri dari kesulitan yang berkaitan dengan agama (catatan: synkretisme adalah suatu kepercayaan/ paham yang mengajarkan bahwa terdapat kebenaran dalam semua agama: bahwa setiap orang menyembah/beribadah kepada Tuhan dengan cara sendiri-sendiri, dan bahwa semua agama/kepercayaan pada pokoknya menyembah kepada Tuhan yang sama). Kebenaran tidak mengenal toleransi terhadap kebohongan (tidak berkompromi dengan kebohongan). Jika dosis besar kebohongan telah terjadi dalam waktu lama, sungguh sulit untuk mengatasinya.

Jadi, kalau seseorang mengatakan bahwa Allah sesembahan umat Muslim bukan Tuhan umat Kristen, siapakah sesungguhnya Tuhan umat Kristen tersebut? Bagaimana dengan Alkitab yang berbahasa Arab, berbahasa Hausa dan berbahasa Fulani yang juga menggunakan nama ‘Allah”? Apakah mereka harus menyingkirkan nama itu dan menggantinya dengan nama lain untuk nama Tuhan yang Maha Suci pencipta langit dan bumi tersebut?

Wednesday, July 22, 2009

BAB IX - Otoritas Alkitab dan Al'Quran Diteliti Ulang

Sungguh tidak mungkin kita memahami seutuhnya sejarah dunia dan percaturan dunia internasional saat ini tanpa mengenal isi Alkitab. Otoritas nubuatan Alkitab telah menjadikan pesan-pesan yang disampaikanNya lebih relevan dengan keadaan saat ini dibanding dengan pesan-pesan dari surat kabar esok lusa. Alkitab akan terus-menerus memberantas ketidaktahuan orang kafir yang ‘berpendidikan’ sampai mereka tersungkur di hadapan kaki Elohim untuk mencari tahu kebenaran dan kehidupan di dalam FirmanNya.

Setelah menolak Firman Kehidupan, manusia mengembara dalam khayalan dan kebejatan pikirannya untuk mencari pertolongan dari anasir-anasir lain seperti ‘yoga’ dan segala macam cara pemujaan yang bersifat esoteric (bersifat terbatas) – sekalipun dia berlagak seolah-olah dia tidak percaya pada tahyul.

Alkitab ditulis oleh lebih dari empat puluh penulis yang memiliki sikap hidup (latar belakang kehidupan) yang berbeda satu sama lain – para raja (misalnya Daud), para pangeran (misalnya Musa), para imam (misalnya Yehezkiel), para nabi, politisi, dam ilmuwan (misalnya Ezra, Daniel, Paulus), para tentara (misalnya Yosua), para nelayan (misalnya Petrus dan Yohanes), para peternak domba (msialnya Amos), para pemungut pajak/cukai (misalnya Matius), dan lain-lain. Sebagian besar dari mereka hidup pada zaman atau periode yang berbeda satu dengan yang lain, banyak di antara mereka yang tidak saling mengenal, dan tidak pernah saling bertemu di manapun. Namun keselarasan tematis dari segenap isi Alkitab terukir dengan jelas mulai dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu. Para penulis tersebut menuliskan pesan-pesan yang sama namun tidak seorangpun dari mereka yang menulis dengan cara yang sama atau hal yang sama persis dengan penulis yang lainnya. Kitab yang satu dilengkapi oleh kitab yang lain sampai akhirnya seluruh kitab disempurnakan dalam kitab Wahyu. Bahkan Pohon Kehidupan yang ‘terhilang’ dalam kitab Kejadian akhirnya ‘ditemukan kembali’ dalam kitab Wahyu.

BAB VIII - Islam Agama Adam

Menurut ajaran Islam, agama Islam bukan berawal dari Muhammad. Umat Muslim mengklaim bahwa agama Islam adalah agama Adam, Nuh , dan Ismael, dan semua nabi-nabi Tuhan (Allah), termasuk Yesus Kristus sebelum penyalibanNya. Alquran sendiri menyatakan demikian. Karena keterbatasan ruang dalam buku ini, kami hanya menelaah dua nama yaitu Adam dan Yesus Kristus untuk mengidentifikasikan Islam.

Satu hal yang kami ketahui tentang Adam adalah bahwa dia merupakan orang pertama. Tuhan (Elohim) tidak memberinya agama dan dia juga bukan seorang nabi. Elohim hanya minta Adam untuk mengusahakan dan memelihara taman Eden serta mengizinkan dia makan semua buah di dalam taman tersebut kecuali satu pohon yang buahnya tidak boleh dimakannya yaitu pohon pengetahuan tentang apa yang baik dan yang jahat. Itu saja yang kami ketahui tentang Adam. Tidak ada satupun pernyataan tentang agama Adam di sana. Adam hanya diberi satu perintah saja. Namun tidak lama setelah itu dia tidak mentaati perintah Elohim tersebut karena dia tergoda mendengar suara setan (yang pada saat itu mewujudkan dirinya dalam rupa ular) yang berjanji bahwa pada waktu dia dan istrinya makan buah itu, mereka akan menjadi ‘seperti Elohim’ – keinginan menjadi seperti Elohim inilah yang mengilhami setan (yang semula adalah malaikat) untuk memberontak melawan Elohim sehingga akhirnya setan (yang pada saat menggoda Adam dan hawa mewujudkan dirinya sebagai ular) telah kehilangan kedudukannya di surga (Yesaya 14:12-15). Adam, atas nasehat dari setan (dalam wujud ular), kemudian makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat tersebut dan akibatnya hubungan pribadinya dengan Elohim menjadi hancur/putus. Elohim kemudian mengusir dia keluar dari taman Eden, dan dia menghabiskan sebagian besar dari umur hidupnya di luar taman Eden.