Sunday, October 18, 2009

Surat Terbuka Untuk Semua Orang Yang Baru Memeluk Agama Islam

Oleh Al-Mansur
Assalaammualaikum
Segala puji bagi Allah.
Kini setelah anda percaya pada Agama yang Benar, sudah tiba saatnya bagi anda untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai Islam. Saya mempunyai keinginan yng tulus agar anda membuat ulama Muslim anda, teman atau pasangan anda yang telah menolong anda untuk ‘berpaling kepada Islam’ menjadi bangga dan takjub akan pengetahuan anda mengenai Islam dan betapa cepatnya anda mempunyai pandangan-pandangan yang benar mengenai orang beriman yang sejati. Ingatlah, satu-satunya perspektif yang tepat dalam dunia ini adalah perspektif seorang Muslim.

Langkah pertama untuk mencapai hal ini (jika anda belum melakukannya) adalah berhenti menanyakan pada mereka pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu, seperti apakah pendapat Islam mengenai peristiwa 9/11, pembunuhan-pembunuhan terhadap orang-orang Kristen, Hindu, dan sebagainya di Mesir, Sudan, Indonesia, Pakistan, Iran, Nigeria, Filipina Selatan, Kashmir dan lain-lain sehingga memaksanya untuk mengulang untuk kesekian kali bahwa “Islam berarti damai” dan bahwa “para pembunuh ini bukanlah orang Muslim yang Sejati”.

Wednesday, August 12, 2009

APA ITU SYARIAH ISLAM?

Apa yang dicari oleh Muslim dalam syariah Islam?

Cara Muslim memandang, memahami, dan mengingini pemberlakuan SI adalah sebuah misteri tersendiri. Pengertian setiap orang berbeda soal SI.

(+) “Saya ingin agar SI diterapkan di Indonesia”.
(--) “Apa maksudmu? Apa kamu setuju kalau
perempuan pergi mesti didampingi muhrim-nya?”
(+) “Bukan itu maksudnya”
(--) “Atau kamu setuju poligami?”.
(+) “Saya benci poligami”
Dan ini bisa diteruskan panjang...

Tetapi mereka ini mendukung penerapan Syariah!
Ada suatu misteri, yang tidak diungkapkan!
Dikaburkan oleh simbol-simbol Islami dan submission satu arah,
yang turut menafikan semua nilai2 peradaban dan agama diluar Islam:
“Kami, orang-orang Muslim tidak perlu belajar apa pun dari orang-orang Kafir".
"Islam adalah solusi satu-satunya."

Sunday, July 26, 2009

BAB XII - Visi-Visi MUHAMMAD

“Sebab segala elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Yahweh-lah yang menjadikan langit” (Mazmur 96:5).

Kalau seseorang menyembah berhala yang paling utama (paling berkuasa) sekalipun, dia tetap saja disebut penyembah berhala jadi tidak ada bedanya dengan penyembah berhala lain. Apa bedanya seseorang itu menyembah banyak berhala atau hanya menyembah satu berhala?

Dalam bukunya mengenai agama-agama di dunia, seorang mantan pemberita Injil yang bernama Dr. Lester Sumrall menulis ulasannya mengenai masalah tersebut di atas sebagai berikut: “Umat Muslim menyembah satu tuhan dan kami (umat Kristen) menyembah satu Tuhan, tetapi tuhan Islam dan Tuhan Kristen tidak sama. Tuhan dari Muhammad (Allah) sangat berbeda dengan Tuhan umat Kristen (Yahweh). Allah adalah suatu maujud Autokrat yang egoistis dan pendendam yang harus ditenangkan/disenangkan dengan ibadah ‘salat’ yang dilengkapi dengan gerakan-gerakan tubuh yang bersifat rutin, monoton dan suci. Yahweh yang kita sembah adalah suatu maujud Bapa Surgawi yang penuh kasih dan sangat mengasihi kita yang hanya mengharapkan bahwa kita juga membalasNya dengan kasih serta ketaatan kita. 1 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu” (Yohanes 14:15).

Saturday, July 25, 2009

BAB XI - Apa Arti Sebuah Nama?

Seseorang mungkin akan bertanya mengapa kita harus mempedulikan tentang sebuah nama. Apa arti sebuah nama? Saya yakin ada banyak hal yang terkandung dalam sebuah nama. Alkitab berkata, “Nama Yahweh adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan dia menjadi selamat” (Amsal 18:10). Namun bagaimana orang dapat berlari menuju ke nama itu dan diselamatkan kalau dia tidak tahu nama itu sendiri? (artinya orang mau menuju ke suatu tempat tetapi dia tidak tahu tempat yang akan ditujunya itu).

Yesus memberi perintah kepada orang-orang Kristen (murid-muridNya) untuk membaptis orang-orang yang baru percaya kepadaNya “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Kitab Suci juga menyatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12). Yesus berkata: “Mereka (orang-orang yang percaya kepada Yesus) akan mengusir setan-setan demi namaKu” (Markus 16:17). Dapatkah nama Allah digunakan untuk mengusir roh-roh jahat?
Ada tertulis: “Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” (Filipi 2:10).

BAB X - Apakah Yang Membuatnya Berbeda?

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32).

Setiap pemikir serius pasti akan setuju bahwa kebenaran pada dasarnya bersifat tidak mengenal toleransi kecuali kalau seseorang menganut paham synkretisme1, yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghindari diri dari kesulitan yang berkaitan dengan agama (catatan: synkretisme adalah suatu kepercayaan/ paham yang mengajarkan bahwa terdapat kebenaran dalam semua agama: bahwa setiap orang menyembah/beribadah kepada Tuhan dengan cara sendiri-sendiri, dan bahwa semua agama/kepercayaan pada pokoknya menyembah kepada Tuhan yang sama). Kebenaran tidak mengenal toleransi terhadap kebohongan (tidak berkompromi dengan kebohongan). Jika dosis besar kebohongan telah terjadi dalam waktu lama, sungguh sulit untuk mengatasinya.

Jadi, kalau seseorang mengatakan bahwa Allah sesembahan umat Muslim bukan Tuhan umat Kristen, siapakah sesungguhnya Tuhan umat Kristen tersebut? Bagaimana dengan Alkitab yang berbahasa Arab, berbahasa Hausa dan berbahasa Fulani yang juga menggunakan nama ‘Allah”? Apakah mereka harus menyingkirkan nama itu dan menggantinya dengan nama lain untuk nama Tuhan yang Maha Suci pencipta langit dan bumi tersebut?

Wednesday, July 22, 2009

BAB IX - Otoritas Alkitab dan Al'Quran Diteliti Ulang

Sungguh tidak mungkin kita memahami seutuhnya sejarah dunia dan percaturan dunia internasional saat ini tanpa mengenal isi Alkitab. Otoritas nubuatan Alkitab telah menjadikan pesan-pesan yang disampaikanNya lebih relevan dengan keadaan saat ini dibanding dengan pesan-pesan dari surat kabar esok lusa. Alkitab akan terus-menerus memberantas ketidaktahuan orang kafir yang ‘berpendidikan’ sampai mereka tersungkur di hadapan kaki Elohim untuk mencari tahu kebenaran dan kehidupan di dalam FirmanNya.

Setelah menolak Firman Kehidupan, manusia mengembara dalam khayalan dan kebejatan pikirannya untuk mencari pertolongan dari anasir-anasir lain seperti ‘yoga’ dan segala macam cara pemujaan yang bersifat esoteric (bersifat terbatas) – sekalipun dia berlagak seolah-olah dia tidak percaya pada tahyul.

Alkitab ditulis oleh lebih dari empat puluh penulis yang memiliki sikap hidup (latar belakang kehidupan) yang berbeda satu sama lain – para raja (misalnya Daud), para pangeran (misalnya Musa), para imam (misalnya Yehezkiel), para nabi, politisi, dam ilmuwan (misalnya Ezra, Daniel, Paulus), para tentara (misalnya Yosua), para nelayan (misalnya Petrus dan Yohanes), para peternak domba (msialnya Amos), para pemungut pajak/cukai (misalnya Matius), dan lain-lain. Sebagian besar dari mereka hidup pada zaman atau periode yang berbeda satu dengan yang lain, banyak di antara mereka yang tidak saling mengenal, dan tidak pernah saling bertemu di manapun. Namun keselarasan tematis dari segenap isi Alkitab terukir dengan jelas mulai dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu. Para penulis tersebut menuliskan pesan-pesan yang sama namun tidak seorangpun dari mereka yang menulis dengan cara yang sama atau hal yang sama persis dengan penulis yang lainnya. Kitab yang satu dilengkapi oleh kitab yang lain sampai akhirnya seluruh kitab disempurnakan dalam kitab Wahyu. Bahkan Pohon Kehidupan yang ‘terhilang’ dalam kitab Kejadian akhirnya ‘ditemukan kembali’ dalam kitab Wahyu.

BAB VIII - Islam Agama Adam

Menurut ajaran Islam, agama Islam bukan berawal dari Muhammad. Umat Muslim mengklaim bahwa agama Islam adalah agama Adam, Nuh , dan Ismael, dan semua nabi-nabi Tuhan (Allah), termasuk Yesus Kristus sebelum penyalibanNya. Alquran sendiri menyatakan demikian. Karena keterbatasan ruang dalam buku ini, kami hanya menelaah dua nama yaitu Adam dan Yesus Kristus untuk mengidentifikasikan Islam.

Satu hal yang kami ketahui tentang Adam adalah bahwa dia merupakan orang pertama. Tuhan (Elohim) tidak memberinya agama dan dia juga bukan seorang nabi. Elohim hanya minta Adam untuk mengusahakan dan memelihara taman Eden serta mengizinkan dia makan semua buah di dalam taman tersebut kecuali satu pohon yang buahnya tidak boleh dimakannya yaitu pohon pengetahuan tentang apa yang baik dan yang jahat. Itu saja yang kami ketahui tentang Adam. Tidak ada satupun pernyataan tentang agama Adam di sana. Adam hanya diberi satu perintah saja. Namun tidak lama setelah itu dia tidak mentaati perintah Elohim tersebut karena dia tergoda mendengar suara setan (yang pada saat itu mewujudkan dirinya dalam rupa ular) yang berjanji bahwa pada waktu dia dan istrinya makan buah itu, mereka akan menjadi ‘seperti Elohim’ – keinginan menjadi seperti Elohim inilah yang mengilhami setan (yang semula adalah malaikat) untuk memberontak melawan Elohim sehingga akhirnya setan (yang pada saat menggoda Adam dan hawa mewujudkan dirinya sebagai ular) telah kehilangan kedudukannya di surga (Yesaya 14:12-15). Adam, atas nasehat dari setan (dalam wujud ular), kemudian makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat tersebut dan akibatnya hubungan pribadinya dengan Elohim menjadi hancur/putus. Elohim kemudian mengusir dia keluar dari taman Eden, dan dia menghabiskan sebagian besar dari umur hidupnya di luar taman Eden.

BAB VII - Allah Dapat Menyesatkan Seseorang Ke Neraka

Ada beberapa ayat dalam Alquran yang menyatakan bahwa Allah dapat mengambil keputusan untuk menyesatkan seseorang menjauhi jalan keselamatan jika Dia menghendakiNya (Surat 16:93;13:27;25:9). Sementara itu Surat 4:88 memperingatkan bahwa tidak seorangpun boleh memberikan petunjuk kepada seseorang yang sudah disesatkan Allah: “Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya”. Surat 74:31 menyatakan: “Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya”.
Surat 14:4 menyatakan: “Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (semua salinan Alquran tersebut diambil dari hasil terjemahan dari drs. M.T. Al-Hilali dan Muhsin Khan).

Namun demikian, saya secara pribadi sungguh merasa bahagia bahwa Allah tidak dapat menyesatkan saya karena Dia bukan penuntun saya. Hanya orang-orang yang tunduk dan mengikuti perintah-perintah serta dituntun Allah sajalah yang dapat disesatkanNya. Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12). Elohim yang juga adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya sesembahan umat Kristen, dan Elohim tidak akan pernah menyesatkan/menjerumuskan kita (orang-orang yang mengikutiNya) ke dalam neraka. Elohim adalah Tuhan “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Timotius 2:4; 2 Petrus 3:9). Itulah sebabnya Tuhan (Elohim) memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita untuk menemukan kebenaran tersebut. Dia adalah Tuhan yang mulai membuat rencana penyelamatan manusia di dunia sejak saat manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:7,21). Allah yang secara sewenang-wenang menggiring manusia untuk masuk api neraka pasti bukanlah Elohim.

BAB VI - Surga Muslim

Banyak orang merasa heran mengapa umat Kristen dan umat Muslim mengklaim bahwa mereka sedang menuju ke surga namun jalan yang mereka tempuh untuk menuju surga tersebut sangat berbeda.

Suatu studi menyeluruh mengenai Alquran memperlihatkan bahwa surga umat Kristen berbeda dengan firdaus umat Muslim, walaupun demikian kedua termpat tersebut menjanjikan kebahagiaan dan kesukaan yang besar. Dalam bab ini, kami akan mencoba meneliti dan memperbandingkan antara surga umat Muslim dan surga umat Kristen dengan tujuan untuk membantu kita dalam mengidentifikasikan Allah, “Tuhan” yang bertahta di dalam surga umat Muslim.

Jalan Masuk Ke Surga
Alquran menyatakan, “ … Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas AmpunanNya” (Surat 53:31-32). Hal tersebut sama artinya dengan menyatakan bahwa seorang berdosa masih bisa masuk ke surga umat Muslim asal saja dosa-dosanya itu tidak terlalu besar (kecil).

Tuesday, July 21, 2009

Bab V - Allah dan Eksistensi Yesus Sebagai Putera Yahweh

Siapakah yang naik ke surga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapakah namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!” (Amsal 30:4).

Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaranNya. Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan, Bapa Surgawi, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan’. Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu” (2 Petrus 1:16-19).

Hubungan antara Yesus Kristus dengan Tuhan (Elohim) merupakan hal yang paling menyakiti hati umat Muslim dan merupakan masalah bagi Allah sendiri. Apakah Yesus Putera Elohim? Dapatkah Tuhan berputera? Alkitab menjawab “Ya”. Allah menjawab “Tidak”.

Karena umat Kristen bersikeras menyatakan bahwa Yesus adalah Putera dari Tuhan yang hidup, Alquran kemudian menyatakan, “Dilaknati Allah-lah mereka … ! (Surat 9:30).

Umat Muslim yang meyakini pernyataan Alquran pasti tidak mungkin percaya bahwa Yesus adalah putera Tuhan. Seseorang mungkin akan bertanya: Apakah Muhammad yang secara pribadi mengembangkan suatu kebencian terhadap kebenaran mendasar dari keimanan Kristen atau apakah Allah yang memberinya inspirasi untuk melakukan hal itu?

Seseorang berpendapat bahwa, pada mulanya, Muhammad mempunyai maksud baik namun dia merasa putus asa karena dia dikuasai oleh jin jahat yang menipunya dan mendorongnya untuk menentang keilahian Yesus Kristus serta eksistensiNya sebagai Putera Elohim.

Contohnya, Allah yang menjadi sesembahan orang-orang Mekah pada zaman pra-Islam dikenal sebagai Allah yang mempunyai beberapa putera dan puteri. Muhammad mungkin merasa bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak pantas bagi Sang Pencipta. Barangkali itulah sebabnya mengapa Alquran menyatakan: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri” (Surat 6:101)

Nampaknya ajaran paganisme Mekah yang meyatakan bahwa Allah mempunyai putera dan puteri itulah yang ditentang oleh Muhammad sehingga berdasarkan hal tersebut, ketika Muhammad mendengar bahwa Tuhan umat Kristen yang Maha Kuasa itu juga mempunyai putera, dia serta merta menyatakan bahwa ide Tuhan sebagai Bapak (maksudnya Tuhan yang mempunyai anak) merupakan doktrin agama yang menyeleweng dari ajaran aslinya.

Satu hal lagi yang membingungkan yang muncul di kalangan masyarakat pada zaman Muhammad yaitu berkembangnya doktrin tentang pemujaan terhadap Maria yang tersebar luas antara abad ke 5 sampai menjelang akhir abad ke 7 sesudah Masehi. Mazhab/sekte ini menganut paganisme yang mempercayai bahwa sang pencipta mempunyai seorang isteri yang disebut Venus atau Al-Zahrah yang mereka anggap sebagai “Ratu Surga” dan mereka berdua mempunyai anak. Ketika orang-orang tersebut di kemudian hari bertobat (lebih tepat disebut beralih agama) dan masuk Kristen, mereka memasukkan doktrin tentang pemujaan Maria tersebut ke dalam gereja dengan menganggap Maria (Magdalena) sebagai Venus atau Al-Zahrah, “Sang Ratu Surga”, dan Yesus sebagai sang Putera. Mereka memuja dan menyembah Maria sebagai seorang dewi, itulah sebabnya mereka disebut sebagai penganut Marianisme.

Umat Kristen yang sejati memandang doktrin tersebut sebagai suatu doktrin yang berbahaya, lalu mereka berjuang untuk menyingkirkan pengaruh bidat ini dari tubuh gereja dan mengucilkan para penganutnya. Menjelang akhir abad ke 7 sesudah Masehi, sekte ini lenyap dari muka bumi. Setelah sekte tersebut lenyap muncullah agama Islam. Itulah sebabnya dalam Alquran tertulis bahwa Trinitas Kristen mencakup Tuhan sebagai Bapa Surgawi, Maria dan Yesus (Surat 5). Ada beberapa kemungkinan hal tersebut terjadi, kemungkinan pertama Muhammad menyadur dan menganggap doktrin Marianisme sebagai doktrin Trinitas (padahal sebenarnya Marianisme dan Trinitas adalah dua hal yang berbeda) atau kemungkinan lain dia mengabaikan semua yang diimani oleh umat Kristen mengenai Trinitas Suci dan khususnya eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim. Kebingungan Muhammad mengenai hal tersebut bertambah besar manakala dia melihat kenyataan bahwa Maria juga dipuja oleh umat roma Katolik. Bidat Nestoria dan Arian juga berkembang di antara umat Kristen pada zaman Muhammad, dan semuanya ini menambah kumulasi kebingungannya.

Namun kami harus berhati-hati untuk tidak menarik kesimpulan secara tergesa-gesa. Masalah tersebut lebih kompleks daripada sekedar perkiraan-perkiraan di atas. Bukti bahwa penolakan Muhammad terhadap eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim yang semata-mata diperoleh atas dasar asumsi bahwa dia menyadur dari doktrin orang-orang Mekah dan doktrin Marianisme masih terlalu dini untuk dapat diandalkan. Kita baru dapat menyarankan kesimpulan semacam itu manakala kita telah mempelajari catatan-catatan sejarah secara cermat. Dari pernyataan Alquran sendiri terbukti bahwa, selain dari alasan adanya penyembah-penyembah berhala di kota Mekah, Muhammad memang pada dasarnya bermaksud menentang Kekristenan alkitabiah karena dianggapnya sebagai kafir. Menyembah Yesus sebagai Putera Elohim nampaknya sebagai suatu bentuk perbuatan menyembah berhala (menurut pandangan Muhammad). Umat Muslim saat ini juga mempunyai pandangan yang sama dengan pandangan Muhammad dalam kasus Yesus sebagai Putera Elohim tersebut di atas. Ide sebagai Inkarnasi tidak terjangkau oleh pikiran Muhammad. Dan sampai sekarang umat Muslimpun juga tidak bisa membayangkannya.

Problema kedua adalah masalah inspirasi/ilham. Jika Muhammad memaksakan pendapatnya bahwa Allah-lah yang berbicara melalui dirinya, kami harus mempermasalahkan hal itu dengan serius. Jika Muhammad menyatakan bahwa dia diberi ilham oleh Allah untuk menentang kepercayaan Kristen atas keilahian Yesus, kita dapat mulai meneliti pokok persoalan tersebut dari perspektif ini.

Jika Allah benar-benar “Maha Bijaksana, Maha Tahu” sebagaimana yang secara berulang-ulang dinyatakan dalam Alquran, Allah tentunya juga mengetahui apa yang sesungguhnya diajarkan oleh keimanan Kristen. Misalnya Allah harus tahu bahwa doktrin Kristen mengenai Trinitas tidak melibatkan Maria di dalamnya. Allah tentunya juga tahu bahwa doktrin Trinitas mencakup Tuhan sebagai Bapa Surgawi, Sang Putera, dan Roh Kudus; dan bukan Bapa, Maria, dan Yesus seperti yang diindikasikan dalam Alquran (baca Surat 5).

Dari sudut pandang Alquran, problema yang dihadapi Allah sesembahan Muhammad tidak ada yang melebihi problema mengenai Trinitas terutama eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim. Dia sangat membenci hal tersebut. Dalam Surat 19:88-89, kami membaca: “Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak! Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar!” Surat 112 menyatakan: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat meminta. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”. Surat 112 ini umumnya dianggap oleh umat Muslim sebagai surat kunci.

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak (hal ini berarti bahwa umat Kristen menghujat Allah manakala mereka menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah). Maha Suci Dia (Ditinggikan kiranya Allah di atas segala makhluk). Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya (maksudnya kepada sesuatu, maka Dia ditetapkannya itu): “Jadilah”, maka jadilah ia (Surat 19:35).

Ada beberapa ayat lain dalam Alquran yang isinya menolak secara terang-terangan eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim baik dengan istilah yang keras maupun yang halus. Memuja Yesus sebagai Putera Elohim merupakan dosa yang tidak dapat diampuni bagi umat Muslim dan mereka menyebutnya “Syirik”. Hal tersebut sangat menjengkelkan, menusuk perasaan, mengganggu, dan memuakkan mereka. Mereka tidak dapat membayangkan hal tersebut, pokoknya tidak mungkin dan tidak bisa.

Ada hal-hal tertentu dalam diri Tuhan yang tidak dapat dibayangkan oleh akal manusia dan oleh karena itulah Tuhan disebut “ajaib”. Tuhan tidak lagi menjadi Tuhan manakala hakikatNya sebagai Tuhan dan segala sesuatu yang dapat dibuatNya hanyalah sebatas yang dapat dipikirkan secara logis oleh manusia biasa.

Allah menyatakan dalam Alquran: “… orang Nasrani berkata: Al Masih itu putera Allah … Dilaknati Allah-lah mereka: bagaimana mereka sampai berpaling?” (Surat 9:30).

Sudah pasti tidak ada satupun laknat atau pujian yang dapat memberi dampak terhadap orang Kristen yang percaya pada Alkitab dan telah dilahirkan baru, dan mungkin karena itulah umat Muslim kemudian melakukan tindakan kekerasan bersenjata untuk melawan umat Kristen. Kami tidak menyesal mengakui bahwa Yesus adalah Putera Allah (catatan: istilah yang digunakan di sini yaitu Yesus Putera Allah, penyebutan Allah di sini semata-mata karena kutipan yang diambil adalah dari Alquran yang tidak mengenal nama Yahweh/Elohim, sehingga dengan demikian sesuai dengan pernyataan Alquran yang asli). Sungguh sangat sulit membayangkan Allah (sesembahan umat Muslim) memperanakkan “Putera Perdamaian” atau Yesus Kristus yang ‘lemah lembut dan rendah hati”.

Namun, marilah kita lihat lebih lanjut apakah pengakuan kami atas keilahian Yesus tersebut logis. Alkitab berkata, “Tuhan adalah Roh”. Alquran menyatakan, “Dan (ingatlah kisah) Maryam (Maria) yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)-nya roh (roh) dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam” (Surat 21:91). Jika Tuhan adalah Roh dan Yesus adalah Roh Tuhan (dan kita setuju bahwa roh dan tubuh memang berbeda tapi satu), kita tentunya tidak perlu lagi suatu modus tollendo ponem atau suatu logika kompleks untuk menyimpulkan bahwa Yesus adalah satu dengan Tuhan. Kita juga harus ingat bahwa nama lain yang Tuhan berikan kepada Yesus kurang lebih 700 tahun sebelum Dia dilahirkan secara badani ke dalam dunia adalah Immanuel, yang artinya “Tuhan beserta kita”.

Yesus tidak menjadi seperti eksistensiNya yang sebenarnya karena Dia dilahirkan melalui Maria. Dia ada sebagaimana Dia ada sebelum dunia ada. Dia hanya menjelma menjadi manusia, maksudnya mengambil rupa manusia karena Dia ingin menyelamatkan dunia (catatan: eksistensi Yesus yang sebenarnya adalah roh). Yesus berasal dari Tuhan. Ketika Yesus turun ke dunia Dia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku” (Ibrani 10:5). Dia turun dari surga hanya untuk masuk ke dalam tubuh Maria.

Selanjutnya, Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah firman tuhan: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu, adalah Tuhan. … Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:1-14).

Surat 3:45 menyatakan: “Ingatlah, ketika Malaikat berkata, ‘Hai Maryam (Maria), sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat yang datang daripadaNya, namanya Al Masih (Yesus Kristus), putera Maryam (Maria)’”. Namun oleh karena banyak komentator Muslim tidak mau mempercayai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan keilahian Yesus, mereka mengemukakan bahwa istilah ‘Kalimat/Firman’ hanya semata-mata suatu perintah/keinginan Tuhan, yang berarti “jadilah”. Tetapi ilmuwan-ilmuwan Islam seperti Al Shaikh Muhyl Al Din Al Arabi memahami dengan baik.1 Al Arabi menyatakan bahwa kata bahasa Arab yang diterjemahkan dengan istilah “yang” tersebut adalah “ismihi”. “Ismihi” adalah kata ganti orang berjenis kelamin laki-laki. Itulah sebabnya terjemahahan bahasa Inggris telah menggunakan istilah dengan tepat yaitu kata ganti orang “yang”. Kata ganti orang “yang” menunjukkan bahwa Firman/Kalimat yang dibicarakan adalah sebuah pribadi. Sarjana Muslim yang ternama Al’ Arasi menulis: “Firman itu merupakan perwujudan Tuhan … dan Firman itu adalah pribadi yang bersifat Ilahi”.

Jadi, kalau Firman adalah sebuah pribadi dan Firman itu Tuhan, dan Firman itu menjadi manusia, hal tersebut berarti Tuhan menjadi manusia. Ini berarti bahwa masalahnya bukanlah Yesus, seorang manusia yang menjadikan diriNya sendiri Tuhan atau orang-orang Kristen yang ingin membuat Yesus menjadi Tuhan, tetapi jelas bahwa Tuhan sendiri yang menghendaki DiriNya menjelma menjadi Yesus, dan kemudian memberi predikat kepada Yesus sebagai AnakNya, Kristus Tuhan.

Surat 6:101, seperti yang telah dikutip sebelumnya, memberi kita informasi sebagai berikut: “Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri?”. Perhatian kita harus dicurahkan dengan cermat dalam melihat fakta bahwa yang mengucapkan ayat ini dapat diindikasikan sebagai seorang pribadi bukan Tuhan (maksudnya: yang mengucapkan ayat tersebut adalah manusia biasa, bukan Allah) … padahal umat Muslim mengklaim bahwa semau kata-kata dalam Alquran diucapkan oleh Allah.

Tetapi dalam Hadis Kudsi, ucapan Allah dikutip sebagai berikut, “Orang kaya adalah agen-agenku dan orang-orang miskin adalah para anggota keluargaku (anak-anakku)”.2 Pernyataan etsrebut jelas menunjukkan bahwa klaim umat Muslim yang menyatakan bahwa Hadis hanya berisi perbuatan-perbuatan Muhammad sedangkan Alquran berisi kalimat-kalimat Allah ternyata tidak benar.

Sementara itu penulis Alquran menyatakan, “Karena Dia (Allah) tidak mempunyai isteri”. Tetapi dalam Hadis, Allah sendiri berbicara mengenai “keluargaku”. Bagi umat Kristen, pernyataan “mempunyai sebuah keluarga” tidak harus berarti seorang suami yang mempunyai seorang isteri, anak-anak, menantu-menantu, dan lain-lain. Kami memahami bahwa keterangan dalam Hadis tersebut hanya sekedar merupakan metaforis. Jadi, kalau dalam kitab-kitab suci mereka tercantum pernyataan seperti tersebut di atas, mengapa umat Muslim demikian keras menolak ide mengenai Tuhan umat Kristen yang mempunyai seorang Putera? Mengapa mereka secara naïf membayangkan eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim hanya sebatas nuansa biologis saja?

Oleh Karena itu, kami ingin menekankan bahwa Tuhan adalah Bapa dari Yesus Kristus, bukan dalam arti biologis, juga bukan dalam arti seperti yang ditulis dalam Hadis, melainkan dalam arti spesial dan unik yang melampaui segala akal/pemahaman manusia. Karena Yesus adalah Putera Elohim, Dia secara hakiki adalah Tuhan (Elohim). Tuhan mendeklarasikan bahwa Yesus adalah PuteraNya, dan kami lebih baik mempercayai saja dari pada menalarnya. Sungguh merupakan suatu kesombongan dan arogansi kalau seseorang memaksakan diri untuk memahami segala hal terlebih dahulu sebelum dia menerima kenyataan mengenai segala hal tersebut. Ketika kami menerima kebenaran Kristen dengan iman, pada saat itulah roh kami mendapatkan penerangan mengenai kebenaran Kristen tersebut. Seperti yang dikatakan oleh filosof Anselm, apa yang dapat saya katakan hanyalah: credo ut intelligam (artinya saya, emmpercayai agar saya dapat memahami). Yesus berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendakNya, ia akan tahu entah ajaranKu ini berasal dari Tuhan, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri” (Yohanes 7:17).

Hal tersebut berarti bahwa keilahian Yesus sebagai Putera Elohim tidak perlu harus merupakan sebuah doktrin yang dapat dibuktikan secara logika, dan seharusnya memang tidak perlu demikian. Kami mempercayainya karena Tuhan mengatakan demikian, dan itulah penyelesaiannya. Namun sebaliknya, hal tersebut bukan pula berarti bahwa doktrin itu tidak masuk akal, sebagaimana yang telah kami kemukakan. Dengan makian yang memedihkan, banyak orang Muslim menyatakan kepada kami, “Perhatikan, anda tidak menggunakan nalar, murid sekolah taman kanak-kanak yang biasa-biasa saja mengetahui ilmu hitung sederhana bahwa 1 + 1 + 1 = 3 dan bukan 1”. Kami setuju bahwa 1 + 1 + 1 = 3; tetapi itu hanya berlaku dalam ilmu hitung sederhana murid-murid sekolah taman kanak-kanak. Dalam ilmu matematika, fisika, dan logika tingkat tinggi, 1 + 1 + 1 BISA jawabnya adalah 1. Jika umat Muslim memang benar-benar berpikiran terbuka untuk menerima logika/penalaran, mereka pasti tidak akan menganggap doktrin Trinitas mengingkari logika/penalaran. Jenderal Babangida dari Nigeria yang berasal dari keluarga Muslim saja menulis: “Penegasan dan kelonggaran yang diungkapkan oleh umat Muslim bahwa Yesus Kristus benar-benar dilahirkan oleh seorang perawan sesungguhnya telah membuka pintu bagi beberapa kemungkinan. Dua di antara kemungkinan-kemungkinan tersebut adalah keilahian Yesus Kristus dan eksistensi Yesus sebagai Putera Elohim”. Ilmu filsafat mengakui bahwa boleh jadi banyak di dalam satu dan satu memanifestasikan banyak elemen seperti halnya dalam ilmu matematika yang mengajarkan bahwa suatu himpunan terdiri dari kelas-kelas dan sub-sub himpunan. Tubuh manusia adalah contoh yang sempurna untuk mengekspresikan banyak di dalam satu dan satu memanifestasikan banyak unsur sebagaimana yang berlaku dalam ilmu filsafat dan ilmu matematika.

Sementara pernyataan Jenderal Ibrahim Babangida tersebut di atas menunjukkan adanya sikap keterbukaan dan toleransi, Alkitab mengajarkan kita bahwa urusan mengenai Pribadi dan Pelayanan Yesus Kristus harus diselesaikan di dalam hati dan kehidupan masing-masing individu selagi individu-individu tersebut masih hidup di dunia. Sekaranglah saatnya untuk menemukan kebenaran tersebut, karena terlambatlah sudah dan menyesalpun tidak ada gunanya kalau kita baru menemukannya pada Hari Pengadilan Akhir Zaman yang siap menetapkan hukuman kekal bagi diri kita. Tuhan memang memberi kita kepintaran untuk menalar selagi kita masih berada di dunia. Ketika manusia mengabaikan penalaran, mereka memberi peluang bagi suatu tindakan emosional; itulah sebabnya keimanan mereka harus dikaji secara kritis (penuh penalaran). Namun sekalipun demikian Tuhan juga tidak menghendaki kita hanya menggunakan penalaran dalam memahami/menghayati FirmanNya. Pengetahuan kita dalam pikiran harus dapat menuntun/ membawa kita untuk menerima iman yang menyelamatkan ke dalam hati kita yang pada gilirannya akan membawa kita kepada perubahan hidup (membawa kita kepada pertobatan) sekarang juga. Homer Duncan, pensiunan penulis Amerika beragama Kristen menyatakan bahwa ribuan orang tidak bisa masuk surga hanya karena beberapa inci. Yang dia maksud adalah jarak dari kepala (yang digunakan untuk bernalar) ke hati (yang digunakan untuk beriman).

Menurut Alkitab, Tuhan menciptakan manusia menurut gambarNya. Berbicara mengenai Trinitas, pada hakikatnya Tuhan juga membuat manusia dalam eksistensi trinitas yaitu roh, jiwa, dan tubuh, yang masing-masing berbeda satu sama lain tetapi dalam maujud satu. Hal tersebut sungguh luar biasa. Kalau hakikat manusia (sang ciptaan Tuhan) saja sudah merupakan misteri apa lagi hakikat Tuhan (Sang Pencipta) itu sendiri.

Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Tuhan yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diriNya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan” (1 Timotius 3:16).

Pernyataan tersebut merupakan ringkasan dari segenap Alkitab Perjanjian Baru. Tuhanlah yang mengirim malaikat Gabriel untuk memberi kabar kepada maria. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Putera Elohim” (Lukas 1:35).

Enam ratus empat puluh tahun kemudian, Muhammad menyatakan bahwa seorang malaikat yang disebut Jibril mendatanginya dengan sebuah pesan dari Allah bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti apa yang dikatakan Alkitab. Yesus sebetulnya hanyalah seorang nabi yang baik. Pertanyaannya adalah: Jibril yang mana dan Jibril utusan siapa yang mendatangi Muhammad? (Muhammad juga mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Jibril. Sebutlah hal tersebut membingungkan kalau anda mau).

Sebelum Muhammad datang denagn membawa pesan-pesannya, Rasul Paulus telah memperingatkan kita agar berhati-hati: “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1:8).

Alasannya adalah bahwa hanya malaikat utusan setan sajalah yang dapat mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah Tuhan katakana dengan suaraNya sendiri dari surga dan didengar oleh banyak saksi ketiak Tuhan mendeklarasikan : “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkena” (Lukas 3:22). Betul sekali, Tuhan mendeklarasikan Yesus sebagai PuteraNya. Tetapi Allah dan Muhammad mengatakan bahwa Yesus bukan Putera Elohim dan bahwa Kitab Suci yang menyatakan bahwa Yesus adalah Putera Elohim adalah Kitab Suci yang telah diselewengkan. Alkitab menyatakan, “ … Tuhan adalah benar, dan semua manusia pembohong … “ (Roma 3:4).

Seorang Muslim sejati yang percaya pada Alquran tidak mungkin percaya bahwa Tuhan sudah menjadi sedemikian tidak berdayanya sehingga Dia membiarkan Kalimat/FirmanNya diselewengkan/dirubah. Menurut Surat 6:34 dan Surat 10:64, tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Tuhan mengontrol FirmanNya. Segala sesuatu yang dikatakan Alkitab tentang Yesus adalah benar. Tidak ada yang tidak benar, dan tidak ada fakta yang dirubah.

Para kritikus Muslim, yang mengomentari berbagai versi terjemahan Alkitab yang ada saat ini, berpura-pura tidak tahu bahwa Alquran sendiri juga sudah diterjemahkan dalam kurang lebih 50 versi yang berbeda. Dalam menulis buku ini, saya (pengarang) telah membaca paling sedikit enam versi terjemahan Alquran yang dapat diterima oleh sebagian besar umat Muslim.

Satu-satunya alasan mengapa umat Muslim mengklaim bahwa Alkitab diselewengkan yaitu karena Alkitab berbicara mengenai keilahian Kristus. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak mungkin sujud di hadapan “Manusia dari Galilea itu”. Alasan mereka: karena Yesus adalah manusia ciptaan Tuhan seperti halnya dengan Adam (Surat 3:59) dan Dia juga bukan Putera Allah. Marilah kita terima pernyataan tersebut untuk keperluan menyampaikan argumentasi dalam alinea berikut ini.

Paling sedikit ada tujuh Surat dalam Alquran yang menyatakan bahwa ketika Adam diciptakan, Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud dan menyembah kepada Adam. “Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam, dan bersujudlah mereka kecuali iblis: ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (Surat 2:34; Surat 7:11; Surat 15:29-35; Surat 17:61-62; Surat 18:50; Surat 20:116 dan Surat 38:71-74). Dengan kata-kata lain, hal yang menyebabkan iblis disebut kafir adalah penolakannya untuk sujud kepada Adam. Dalam Surat 15 dan 38, Allah menjatuhkan kutukan kepada iblis atas kesombongannya. Pertanyaannya adalah: Seandainya umat Muslim sudah ada di dunia pada saat itu, apakah mereka juga akan tunduk kepada Adam? Kalau mereka tunduk kepada Adam, apakah hal tersebut merupakan sikap yang Islami? Itulah tugas mereka untuk mencari jawabannya.

Dalam 1 Korintus 15:45,47, Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah Adam yang akhir (walaupun bukan seperti dalam pengertian Islam). “Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup’, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga”. Tidak seorangpun dari umat Muslim yang jujur dapat menyangkal klaim-klaim Alkitab tersebut. Adam adalah tanah. Sedangkan menurut Alquran, Yesus Kristus bukan diciptakan dari tanah, tetapi dari Firman/Kalimat Allah (khalimatullah) dan suatu roh dari Allah. Alquran menyebutkan bahwa Allah meniupkan rohNya ke dalam tubuh Yesus (Surat 21:91). Pertanyaan kami: Apakah Roh Allah terpisah dari eksistensi Allah atau merupakan bagian dari eksistensiNya? Apakah roh tersebut suci atau tidak. Lagi-lagi pertanyaan tersebut merupakan tugas mereka untuk mencari jawabannya.

Jadi, jika Adam pertama yang hanya berasal dari tanah saja harus disembah, bahkan oleh malaikat sekalipun, tidak pantaskan Adam terakhir (Yesus), yang berasal dan diberi hidup oleh Roh Allah sendiri, untuk disembah? Oleh Karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami menyatakan bahwa jika umat Muslim menolak untuk bersujud di hadapan Adam terakhir (Yesus), itu berarti mereka telah bersekutu dengan pemberontak dan sama sombongnya dengan iblis, dan mereka ada di bawah baying-bayang kutukan seperti yang dialami setan.

Memang ada beberapa orang Muslim yang menyatakan bahwa mereka sebetulnya percaya pada Yesus Kristus. Namun pernyataan semacam itu belum dapat dikatakan bahwa mereka percaya dalam arti yang sesungguhnya (seperti yang dikehendaki Alkitab). Apa yang mereka percaya mengenai Yesus? Maksudnya, mungkin saja mereka percaya bahwa Yesus itu adalah seorang manusia dari Galilea, salah seorang dari para nabi Tuhan, guru besar yang selalu berbicara dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan, seorang baik yang memperlakukan tetangganya dengan benar dan baik, seorang yang dapat memproduksi roti dan menunjukkan berbagai tanda-tanda ajaib. Ya, mungkin saja seseorang mempercayai semua hal tentang Yesus seperti tersebut di atas, namun kalau hanya sampai sebatas itu saja percayanya, dia akan kehilangan momentum untuk memperoleh keselamatan yang ditawarkan Yesus. Apabila anda adalah seorang Muslim, iblis memang menghendaki agar anda mempercayai segala hal yang tertulis dalam Alkitab kecuali eksistensi Yesus Kristus sebagai Putera Elohim dan keilahianNya.

Pada suatu hari Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Anak manusia itu?” . Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat penting karena keselamatan kita tergantung dari jawaban kita itu. Seorang Muslim akan menjawab, “Dia adalah salah satu utusan Allah yang penuh kuasa, tidak lebih dari itu; dengan jawaban seperti itu sudah jelas dia telah kehilangan momentum untuk memperoleh keselamatan yang ditawarkan Yesus. Yesus jauh lebih hebat daripada sekedar seorang nabi (utusan Tuhan). Simon Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Putera Elohim yang hidup!” (Matius 16:16), dan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Berbahagialah engkau Simon sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang ada di surga”. Apabila seorang Muslim menghadapi masalah dalam hal ini, dia dapat berdoa dan mohon kepada Tuhan untuk membuka hati dan pikirannya untuk memahami hal tersebut. Dalam Injil Yohanes tercatat, “supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Putera Elohim, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam NamaNya” (Yohanes 20:31).

Percaya Yesus berarti percaya pada NamaNya; dan NamaNya berarti ‘Yahweh keselamatan kita’ atau ‘juruselamat kita’. Jadi seorang Muslim yang tidak percaya bahwa Yesus adalah keselamatan manusia tidak dapat dikatakan bahwa dia percaya pada Yesus. Keselamatan berarti percaya pada Nama Yesus; dan itu adalah nama yang berbicara tentang keilahianNya.

Alkitab menyatakan, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Para Rasul 16:31). Hal tersebut berarti bahwa anda tidak cukup hanya sekedar percaya tentang Yesus, tetapi harus percaya pada seluruh eksistensi Tuhan Yesus Kristus. Itulah iman yang dapat memancarkan hal-hal yang di luar jangkauan pikiran manusia yaitu iman yang dapat merubah hati anda dan membuat anda dibenarkan di hadapan Tuhan. Kepercayaan anda kepada eksistensi Yesus Kristus sebagai juruselamat membuat anda diperkenankan oleh Tuhan. Sebaliknya penolakan anda berarti suatu kesombongan (ingatlah akibat yang akan ditimbulkan oleh karena kesombongan).

Sekarang, jika anda adalah seorang Muslim, apakah anda ingin mendapat perkenan Tuhan atau anda tetap ingin hidup dalam dosa-dosa anda dan hanya bergantung kepada kemampuan daya pikir anda yang sangat terbatas itu? Apakah anda mengetahui apa yang dikatakan Yesus Kristus mengenai masalah ini? Yesus berkata, “ … sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu” (Yohanes 8:24). “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Tuhan lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Tuhan tentang PuteraNya. Barangsiapa percaya kepada Putera Elohim, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Tuhan, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Tuhan tentang PuteraNya. Dan inilah kesaksian itu: Tuhan telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam PuteraNya. Barangsiapa memiliki Putera, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Putera, ia tidak memiliki hidup” (1 Yohanes 5:7,9-12).



















Friday, July 17, 2009

BAB IV - PEPERANGAN KRISTEN (GJO Moshay)

Kekristenan adalah peperangan. Tetapi peperangan Kristen berawal dan berakhir pada Salib kristus, dan kemenangan di umumkan pada saat kebangkitanNya.


Penyair Arab terkenal, Ahmad Shawgi membuat umat Muslim di dunia menjadi tersipu-sipu ketika dia menulis dalam satu karyanya mengenai bagaimana Yesus berperang dan menang dengan menggunakan cara yang berbeda dengan umat Muslim. Dia mengatakan salib, terbuat dari kayu bukan terbuat dari besi dengan ke dua sisi yang tajam. Berbicara mengenai salah satu puisinya yang lain di mana dia mengungkapkan penghormatan terakhir kepada Kristus pada suatu upacara Natal, dia mengatakan sebagai berikut : “ Isa, jalan, belas kasihan, dan kasihMu, adalah murni di antara umat manusia, dan damai seperti seekor merpati. Engkaulah bukan orang yang menumpahkan darah, juga bukan orang yang mengabaikan orang lemah / dan miskin dan juga bukan orang yang melantarkan anak yatim piatu”.


Satu hal yang perlu di ketahui yaitu bahwa kami adalah hamba-hambaTuhan alkitabiah (Yahweh). Kami tidak punya banyak musuh, kami hanya punya satu musuh besar yaitu setan, dan dia telah dikalahkan oleh Salib dan kebangkitan Yesus. Makluk-makluk yang lain baik umat manusia maupun roh-roh jahat – hanyalah pesuruh dan agen-agen setan, dan kami tahu cara terbaik untuk menghadapi mereka. Menurut Injil Yesus Kristus, Putera Tuhan, “ …… seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah dengan semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya “ ( 2 Timotius 2 : 26 – 28 )


Kami menghadapi orang-orang yang diikat setan bukan dengan berkelahi. Kenyataan bahwa kami tidak berkelahi itu bukan semata-mata karena kami memang diajari untuk tidak berkelahi secara fisik namun yang terutama adalah karena kami “ memiliki pikiran Kristus “ ( 1 Korintus 2 : 16 ). Alquran sendiri telah mengakui bahwa orang Kristen ( Nasrani ) adalah orang yang selalu bersahabat terhadap sesamanya bahkan terhadap musuh-musuh mereka, yang beragama Islam ( Surat 5 : 82 – 85 ). Kami terpanggil untuk berbuat demikian. Itu bukan merupakan suatu kelemahan. “ Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” ( Matius 5 : 45 ). Tuhan kami adalah Tuhan yang penuh kasih, dan menurut Alkitab, “kasih Tuhan telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus” ( Roma 5 : 5 ) pada saat kita bertobat dan menerima Yesus sebagai juruselamat kita. Kasih semacam ini tidak bisa dipalsukan / ditiru dan tidak dapat diterima oleh siapapun kecuali orang yang telah dilahirkan baru oleh Roh. Walaupun umat Muslim dapat meniru / memalsukan banyak hal yang sesungguhnya hanya terdapat di dalam keimanan Kristen, mereka tidak mampu memalsukan / meniru kasih semacam yang telah kami miliki ini. Halelluyah!


Yesus berkata kepada beberapa orang yang relegius : “ Apa yang kulihat pada Bapa, itulah yang ku katakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari Bapamu. Jawab mereka kepadaNya :’Bapa kami ialah Abraham’. Kata Yesus kepadaNya :’Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham tentulah kamu yang mengerjakan pekerjaan yang di kerjakan oleh oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Tuhan’. Pekerjaan yang demiakian tidak di kerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri’. Jawab mereka :’Kami tidak di lahirkan dari zinah.Bapa kami satu yaitu Tuhan’.Kata Yesus kepada mereka :’ Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab aku keluar dan datang dari Tuhan. Dan aku datang bukan atas kehendakKu sendiri,melainkan Dialah yang mengutus Aku. …………Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabilah aia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri sebab dia adalah pendusta dan bapa segala dusta “ ( Yohanes 8 : 38 – 42, 44 ).


Alkitab juga memang berbicara tentang perjuangan dan berperang. Tetapi sangat jelas di katakan dalam Alkitab bahwa “ Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (secara fisik), tetapi melawan pemerintah-pemerintah, dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” dan oleh karena itu, “ senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi ( senjata duniawi adalah senjata buuatan manusia seperti cerurit, pedang, bedil,pisau, korek api dan bensin busur dan anak panah ), melainkan senjata yang di perlengkapi dengan Kuasa Tuhan, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng “ ( Efesus 6 : 12 dan 2 Korintus 10 : 4 )


Selama terjadi krisis keagamaan di Nigeria Utara salah satu berita memberi kesan seolah-olah umat Muslim dan umat Kristen berperang. Asumsinya bahwa kedua golongan tersebut terlibat dalam perkelahian Berita tersebut jelas jauh dari kebenaran. Jika umat Kristen benar-benar memberikan reaksi perlawanan, sudah pasti peperangan baru yang akan terjadi. Umat Kristen kadang-kadang menyampaikan protes secara verbal, tetapi yang jelas Tuhan Yesus mengajarkan kepada kami bahwa apabila seseorang menampar pipimu yang satu berikan juga dia menampar pipimu yang satu lagi, dan ajaran Yesus tersebut menjadi pedoman bagi kami, bagaimana untuk bersikap dalam menghadapi setiap provokasi yang di lontarkan terhadap kami. Tuhanlah yang membuat musuh-musuh kami berperang melawan mereka sendiri, kemudian menyelamatkan sebagian dari mereka (musuh-musuh kami ) untuk masuk dalam kerajaanNya. Dan kami bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan lakukan di Nigeria Utara saat ini yang membuahkan pertobatan-pertobatan dari sebagian umat Muslim (orang-orang Muslim yang menerima Yesus sebagai juruselamat mereka ).


Kami tidak pernah terpengaruh oleh pamflet-pamflet, video-video dan kaset-kaset Islam yang provokatif yang disampaikan oleh Deedat dan murid-muridnya di berbagai tempat. Kami percaya bahwa kami tidak perlu membela kebenaran. Kebenaran sudah jelas selalu menang.


Ya kami, menang tanpa berkoar-koar dan tanpa senjata-senjata fisik. Rasul Paulus menyebutkan bahwa seluruhnya ada enam perlengkapan rohani yang harus digunakan oleh orang-orang Kristen dalam perjuangan mereka yaitu : ikat pinggang kebenaran yang di lilitkan pada pinggang kita dan baju zirah keadilan (kesucian) yang kita kenakan; kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera yang kita kenakan pada kaki kita. Selain itu, perisai iman yang harus kita gunakan dalam segala keadaan agar dengan perisai tersebut kita dapat memadamkan semua panah api dari si Jahat (ajaran-ajaran sesat dan membahayakan ) yang dapat merusak iman kita. Ketopong keselamatan serta pedang roh, yaitu Firman Tuhan, dan berdoalah setiap waktu di dalam Roh (Efesus 6 : 10 – 18). Perlengkapan perang yang di bayangkan di sini, adalah perlengkapan perang dari seorang tentara Romawi, tetapi dari konteks tersebut di atas nampak jelas bahwa tidak satupun senjata tersebut bersifat fisik, semua senjata bersifat spiritual.


Yesus Kristus menegur Petrus yang menggunakan sebuah pedang yang kasat mata ( pedang yang terlihat secara fisik ) dalam usahanya membela Yesus, dan kemudian Yesus mengembalikan telinga yang telah putus itu ke tempatnya semula, kejadian itu menyadarkan Petrus bahwa sikap Yesus yang tidak mau berjuang / berperang secara fisik tersebut bukan berarti bahwa Yesus bersikap lemah. Hal tersebut dilakukan Yesus karena Yesus tahu betul senjata-senjata orang Kristen dalam berperang adalah KEKUATAN KEKUASAAN TUHAN, dan oleh karenanya, senjata umat Kristen jauh lebih hebat dari pada senjata / benda-benda fisik manapun. Selain itu, tujuan Tuhan Yesus menyerahkan diriNya sendiri untuk dibunuh adalah untuk menunjukkan kepada para pengikutNya bahwa perbuatan itulah yang menyebabkan Tuhan Bapa surgawi mengasih Yesus jadi bukan karena musuh-mushNya lebih kuat dari Dia. Perhatikan kata-kata Yesus berikut ini : “ Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambi nya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Kuterima dari Bapaku “ ( Yohanes 10 : 17 – 18 ). Tuhan Yesus mengungkapkan hal tersebut jauh-jauh dari sebelum Dia meninggal dunia.


Bagaimana Mengenai Perang Salib ?

Kami tidak mengingkari sejarah mengenai Perang Salib yang berlangsung mulai tahun 1096 sampai awal abad ke 13 untuk merebut kembali Jurusalem dari perbudakan Arab dan umat Muslim Turki. Perang tersebut umumnya di anggap sebagai perang antara Kristen dan Muslim. Namun sesungguhnya secara faktual perang tersebut adalah perang Eropa dan pemerintahan Islam dan Turki, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai perang agama. Asumsinya adalah bahwa Eropa “ Kristen “ berperang melawan umat Muslim. Perang Salib dalam sejarah sebetulnya merupakan perang politik yang direncanakan/ diatur oleh para raja dan kaisar ( Eropa ) serta para paus yang telah mengingkari nilai-nilai Kekristenan dengan tujuan untuk menggabungkan Jerusalem ke dalam bagian wilayah mereka, tetapi mereka merasa Turki telah menyerang dan menghalangi niat mereka.


Terpisah dari banyaknya korban yang jatuh -- termasuk anak-anak -- ternyata Peter The Hermit ( biarawan Perancis yang menjadi pengkhotbah pada masa Perang salib I 1095 – 1099 ), Godfrey of Bouillion, Gottschalk dan semua pejuang Perang Salib, termasuk Paus Urban II yang merencanakan / mengatur segala sesuatunya, mengalami kegagalan karena perang tersebut bukan perang yang dipimpin oleh Tuhan. Tuhan umat Kristen tidak pernah kalah dalam perang. Walaupun para Perang Salib menggunakan simbol salib, mereka bukanlah orang-orang Kristen ; mereka tidak tahu sama sekali dan tidak mematuhi perintah Alkitab.


Yesus berkata, “ ……..dan Jerusalem akan di injak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu ( maksudnya zaman bangsa-bangsa kafir itu ) “ ( Lukas 21 : 24 ). Disini Yesus menjelaskan kepada murid-muridNya yang sejati mengenai apa yang akan terjadi atas Tanah Suci ( Jerusalem ) karena kota itu menolak keilahian Yesus. Yesus mengatakan bahwa peristiwa yang akan terjadi itu merupakan sesungguhnya hukuman yang dijatuhkan Tuhan terhadap Jerusalem “ sebab itulah masa pembalasan di mana akan digenapi semua yang ada tertulis “ ( Lukas 21 : 22 ), dan oleh karena Yesus memperingatkan murid-muridNya untuk segera meninggalkan kota itu manakala peristiwa tersebut terjadi.


Daniel dan Tuhan Yesus menubuatkan “ …..kekejian yang membinasakan “ (pembaca di sarankan untuk meneliti kembali Alkitab dan membaca Lukas 21 : 20 – 24 ) serta Daniel 11 : 31 agar lebih memahami mengenai masalah tersebut di atas ). Penggenapan dari nubuatan tersebut sudah dimulai pada tahun 70 sesudah Masehi ketika Jenderal Titus, dalam rangka mengikuti ayahnya Vespasian, menyerbu Tanah Suci, Jerusalem dan menghancurkan Bait Suci yang sangat dimuliakan, dan umat Yahudi menjadi kocar-kacir menyebar ke seluruh dunia.


Kira-kira 6 tahun sesudah kematian Muhammad, tahun 638 sesudah Masehi, para pengikut Muhammad juga datang dengan membawa pedang dan menaklukkan Jerusalem serta menguasainya. Menurut catatan, ketika Jerusalem diruntuhkan, terdapat lebih dari 90.000 orang “ Kristen “ yang di bantai oleh para penyerbu tersebut.


Pada saat ini, anda dapat menyaksikan Masjid Omar yang letaknya sangat berdekatan dengan Bait Salomo yaitu Bait yang dahulunya sangat agung dan mulia, namun sekarang tidak lagi nampak awan kemuliaan Yahweh yang menaungi Bait Salomo tersebut malahan kita mendengar setiap hari lantunan ia illaha illaha yang di lantunkan oleh umat Muslim yang beribadah di dalam Masjid Omar tersebut. Pembangunan Masjid tersebut memakan waktu setengah abad.


Orang Yahudi yang merindukan Yahweh masih mengunjungi suatu tempat yang berdekatan dengan Bait Salomo yang disebut Tembok Ratapan untuk berkeluh kesah atas dosa-dosa mereka. Umat Muslim yang merasa belum puas dengan tindakan mereka mencaplok wilayah Bait Suci Yahweh tersebut (Temple Mount), sering melemparkan batu dari dalam Masjid Omar ke arah orang-orang Israel yang sedang beribadah di Tembok Ratapan. Pelemparan batu tersebut telah berlangsung sejak lama dan tidak seorangpun ambil peduli. Pada tanggal 8 Oktober 1990, provokasi telah mencapai punyaknya sehingga polisi Israel terpaksa menembaki orang-orang Muslim tersebut, sebanyak 21 orang terbunuh. Peristiwa ini telah membangkitkan kemarahan/ kutukan dari Masyarakat Internasional.


Masjid lain yang dikenal yang di sebut Al Aqsa di bangun di atas kuburan Abraham di Herbron. Tempat paling Suci di dunia bagi umat Kristen yaitu puncak Bukit Kalvari, di mana putra Elohim menumpahkan darahNya yang suci sekarang telah dijadikan sebuah kuburan Islam. Di dekat tempat ini terletak Golgotha yang sekarang menjadi stamplat bis orang-orang Arab.


Sebagai mahasiswa-mahasiswa yang menkaji nubuat Alkitab, kami percaya bahwa hal ini merupakan “ kekejian yang membinasakan “ , seperti yang di katakan oleh nabi Daniel, dan yang Yesus menyebutkannya sebagai “ Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepantasnya “ ( Markus 13 : 14 ). Namun satu hal yang sangat jelas tertulis dalam Alkitab yaitu “ zaman bangsa-bangsa kafir “ akan segera berakhir di tempat-tempat di atas. Kami melihat bahwa sebagian dari kenyataan tersebut telah digenapi dan akan terus digenapi di depan mata kita. Sebagai tahapan akhir dari pemusnahan bangsa-bangsa kafir yang bercokol di kota Suci kuno ini, Roh Tuhan sendiri yang akan datang melawan musuh-musuhNya.


Bagi kami umat Kristen, senjata-senjata perang kami adalah lebih hebat daripada bom atom manapun yang pernah dan akan diciptakan dunia. “Perang Salib” masa kini berarti menyelamatkan jiwa-jiwa dari ikatan setan dan membawa mereka kembali kepada Tuhan karena “Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, kami berusaha meyakinkan orang” (2 Korintus 5:11) agar bertobat dari dosa-dosa dan ajaran agama yang palsu serta menerima anugerah keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus.


Perlu kami ingatkan di sini bahwa Raja Daud, dalam usaha mulianya, mencanangkan ide membangun rumah ibadah buat Tuhan yang megah, tetapi kemudian Tuhan berfirman kepadanya: “Engkau tidak akan mendirikan rumah bagi namaKu, sebab engkau ini seorang prajurit dan telah menumpahkan darah” (1 tawarikh 28:3).


Itulah Tuhan alkitabiah, Yahweh. Dan kami berani memastikan bahwa Yahweh sangat berbeda dengan tuhan dari nabi Muhammad yang sangat suka berperang.


Banyak mesjid yang didirikan oleh Muhammad maupun penerus-penerusnya dan bahkan mesjid Omar, yang berdiri nyaris berdampingan dengan Rumah Tuhan, telah dibangun oleh tangan-tangan manusia yang berlumuran dengan darah sesamanya; an Allah menyukai hal itu dan bahkan memberi janji-janji upah masuk ke dalam firdaus. Melihat kenyataan tersebut, benarkah pendapat orang yang menyatakan bahwa umat Muslim dan umat Kristen menyembah Tuhan yang sama dan masuk ke surga yang sama?


Para ilmuwan Muslim boleh saja mengembangkan kepintaran mereka dalam berargumentasi untuk membela agama mereka, tetapi mereka tidak dapat mengelakkan diri dari fakta-fakta yang terungkap dalam sejarah Islam. Fakta-fakta merupakan hal yang tak dapat dibantah/dikalahkan; tidak ada argumentasi intelektual manapun yang dapat membantah fakta.


Senjata-Senjata Umat Muslim Untuk Melawan Setan

Agama yang diturunkan oleh Tuhan yang benar pasti mempunyai musuh yang disebut setan yang harus diperangi dengan menggunakan senjata-senjata yang paling hebat yang dapat diperolehnya. Umat Muslim juga menganggap setan sebagai musuh yang harus diperangi.


Namun bagaimana cara mereka memerangi setan? Dengan menggunakan senjata apa? Rekomendasi yang diberikan Muhammad yaitu batu-batu dan kerikil-kerikil (Bukhari jilid 9 nomor 336). Itulah sebabnya mengapa setiap orang Muslim yang menunaikan ibadah Haji ke Mekah harus mengambil tujuh kerikil untuk dilemparkan ke sebuah pilar yang disebut setan Besar. Perintah Allah sesembahan nabi Muhammad agar umat Muslim menggunakan batu-batu kerikil untuk menyerang roh jahat/setan sungguh membuat kami tidak habis pikir. Tentunya Allah tahu hal yang lebih baik daripada perintah semacam itu.


Bagi umat Kristen, Firman Tuhan, Alkitab, dengan gambling menyatakan bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging yang dapat dilempari batu. Oleh karena itu Alkitab tidak merekomendasikan kepada umat Kristen untuk mmerangi setan/roh jahat dan sekutu-sekutunya denagn menggunakan senjata-senjata duniawi. “Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Tuhan, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng (setan). Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Tuhan. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:4-5).


Suatu hal yang mengherankan yang perlu dicatat di sini yaitu kenyataan bahwa Allah merekomendasikan kepada umat Muslim untuk menggunakan kerikil-kerikil dalam memerangi setan1 sementara itu Allah memberi perintah kepada umat Muslim untuk memerangi orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi dan membunuh orang-orang yang meninggalkan Islam (Surat 4:89) (Catatan: untuk berperang dan membunuh orang-orang Kristen dan Yahudi, umat Muslim minimal harus menggunakan senjata yang mematikan dan bukan sekedar batu-batu kerikil). Apakah hal tersebut berarti bahwa orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus (orang-orang Kristen) sesungguhnya lebih berbahaya daripada setan itu sendiri? Samapai-sampai untuk membunuh merekapun umat Muslim harus menggunakan senjata yang lebih hebat daripada senjata yang mereka gunakan untuk mengalahkan setan). Hal ini sangat penting dan merupakan salah satu sebab mengapa kami harus mengetahui jawaban atas pertanyaan: Siapakah Allah ini?

BAB III - PEPERANGAN-PEPERANGAN DALAM ALKITAB (GJO Moshay)

Kalau kita membaca Alkitab Perjanjian Lama kita akan jumpai tempat-tempat dimana peperangan pernah terjadi. Seseorang mungkin bertanya: mengapa ada peperangan-peperangan kalau memang Yahweh, tidak seperti Allah, adalah Tuhan yang cinta damai.

Yahweh memang Tuhan yang penuh kasih dan cinta damai, tetapi Dia juga Tuhan yang sangat benci dosa karena Dia adalah Tuhan yang Maha Suci. Kesucian Tuhan menuntutNya untuk memberi hukuman pada para pelaku dosa; namun Dia masih tetap menahan sabar melihat kekejian/kekejaman manusia tersebut.

Yahweh memberi kekuatan pada umat Israel untuk mengalahkan musuh-musuh mereka yang datang menyerang mereka (Alquranpun membenarkan hal tersebut, Surat 2:40, 47, 122), walaupun demikian hal tersebut tidak selalu berarti bahwa Tuhan mempunyai interes khusus terhadap umat Israel, Tuhan melakukan hal tersebut semata-mata karena Dia membenci dosa dan kekejaman yang dilakukan bangsa-bangsa lain (maksudnya bangsa-bangsa yang memusuhi Israel). Umat Israel menikmati anugerah Tuhan dalam Alkitab Perjanjian Lama semata-mata karena nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub adalah sahabat-sahabat Tuhan. Sementara bangsa-bangsa di berbagai bagian dunia yang lain menyembah pada berhala, membuat patung tuangan dan menyebutnya sebagai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, nenek moyang Israel tahu dan menyembah Tuhan yang benar dengan sepenuh hati mereka. Tuhan berkata, “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Yahweh, Elohimmu, adalah Tuhan yang cemburu, yang membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu” (Ulangan 5:9-10).